Di tikungan dekat pohon kamboja tua, Krizia menahan napasnya ketika melihat sesuatu berkilat tertangkap cahaya. Sebuah tangan terbungkus plastik bening. Jari2nya menekuk, kukunya nampak putih pucat, dan plastik itu mengerut pelan krek.. krek.. mengikuti embusan angin. Kama memandang Krizia penuh ta—